Menjelang batasan akhir pelaporan SPT Tahunan badan, telah sepatutnya wajib pajak badan mempersiapkan SPT Tahunan serta segala dokumen persyaratan pelaporan pajak. Bila dikala ini merupakan pengalaman awal Anda dalam lapor pajak badan, telah sepatutnya Anda menguasai proses pelaporan pajak dengan baik. Nah, salah satu perihal berarti dalam proses pelaporan SPT merupakan pengisian SPT itu sendiri.

SPT tahunan badan merupakan pesan yang digunakan buat memberi tahu pembayaran pajak, objek serta bukan objek pajak, harta serta kewajiban industri yang cocok dengan peraturan perundangan perpajakan yang berlaku.

Terdapat sebagian metode mengisi SPT tahunan badan, dapat secara online dengan memakai e- SPT serta e- filing. Keduanya mempunyai keunggulannya tiap- tiap dalam jadi aplikasi lapor pajak.

Buat lebih detailnya, berikut ini metode mengisi SPT tahunan badan beserta syarat- syarat serta contohnya

Berikut ini sebagian dokumen yang wajib disiapkan saat sebelum lapor SPT Tahunan PPh badan:

Berkas yang Harus Disiapkan Jadi Persyaratan Lapor SPT Badan Terbaru

1. Formulir SPT tahunan badan 1771.

2. SPT Masa PPh Pasal 21( periode pajak Januari- Desember).

3. bukti potong PPh Pasal 23( periode pajak Januari- Desember).

4. bukti potong PPh Pasal 4 Ayat 1( periode pajak Januari- Desember). Buat WP badan yang mau melapor kewajiban pajak PPh Final 1%, lampirkan pula bukti pembayaran PPh Pasal 4 Ayat 2 masa pajak Januari- Desember.

5. SPT Masa PPN( tercantum seluruh faktur pajak yang masuk serta faktur pajak yang keluar periode Januari- Desember).

6. bukti potong PPh Pasal 22 serta Surat Setoran Pajak( SSP) Pasal 22 Impor( periode pajak Januari- Desember).

7. bukti pembayaran buat Surat Tagihan Pajak( STP) PPh Pasal 25( periode pajak Januari- Desember).

8. bukti pembayaran PPh Pasal 25( periode pajak Januari- Desember).

9. Laporan keuangan( neraca serta rugi laba), tercantum laporan hasil audit akuntan publik.

Data- data pendukung semacam tersebut dibawah ini pula dibutuhkan:

1. Rekening koran/ tabungan industri.

2. Akta pendirian industri( badan) ataupun akte perubahannya.

4. bukti penerimaan serta pengeluaran, mulai dari kwitansi, nota, bon, serta yang lain.

3. SPT tahunan badan, yang muat data bayaran promosi, bayaran hiburan, catatan penyusutan, penghitungan kompensasi kerugian, serta yang lain.

5. buku besar pendukung laporan keuangan.

6. buku besar pembantu pendukung laporan keuangan

Dokumen yang Dibutuhkan dikala Pengisian SPT Tahunan Badan

Berikut ini sebagian dokumen yang wajib disiapkan saat sebelum lapor SPT Tahunan PPh badan:

1. Formulir SPT tahunan badan 1771.

2. SPT Masa PPh Pasal 21( periode pajak Januari- Desember).

3. bukti potong PPh Pasal 23( periode pajak Januari- Desember).

4. bukti potong PPh Pasal 4 Ayat 1( periode pajak Januari- Desember). Buat WP badan yang mau melapor kewajiban pajak PPh Final 1%, lampirkan pula bukti pembayaran PPh Pasal 4 Ayat 2 masa pajak Januari- Desember.

5. SPT Masa PPN( tercantum seluruh faktur pajak yang masuk serta faktur pajak yang keluar periode Januari- Desember).

6. bukti potong PPh Pasal 22 serta Pesan Setoran Pajak( SSP) Pasal 22 Impor( periode pajak Januari- Desember).

7. bukti pembayaran buat Pesan Tagihan Pajak( STP) PPh Pasal 25( periode pajak Januari- Desember).

8. bukti pembayaran PPh Pasal 25( periode pajak Januari- Desember).

9. Laporan keuangan( neraca serta rugi laba), tercantum laporan hasil audit akuntan publik.

Data- data pendukung semacam tersebut dibawah ini pula dibutuhkan:

1. Rekening koran/ tabungan industri.

2. Akta pendirian industri( badan) ataupun akte perubahannya.

3. SPT tahunan badan, yang muat data bayaran promosi, bayaran hiburan, catatan penyusutan, penghitungan kompensasi kerugian, serta yang lain.

4. bukti penerimaan serta pengeluaran, mulai dari kwitansi, nota, bon, serta yang lain.

5. buku besar pendukung laporan keuangan.

6. buku besar pembantu pendukung laporan keuangan

Metode Lapor SPT Tahunan Badan

Langkah Pelaporan SPT Tahunan Badan yang Harus Diketahui - FlazzTax

Buat mempermudah pelaporan, Direktorat Jenderal Pajak( DJP) telah sediakan layanan e- Filing yang bisa diakses pada halaman DJP online. Saat sebelum memberi tahu pajak secara online, Anda wajib memperoleh EFIN pajak terlebih dulu. Kunjungi KPP tempat Anda terdaftar buat mengajukan permohonan aktivasi EFIN pajak, jangan diwakilkan oleh pihak lain. Bila EFIN telah didapatkan, jalani aktivasi dengan metode berikut:

1. Kunjungi web DJP online, https:// djponline. pajak. go. id/ account/ login.

2. Isi no EFIN yang sudah diterima serta NPWP buat verifikasi.

3. Sehabis itu, secara otomatis nama wajib pajak hendak terisi. Cek kembali serta yakinkan telah cocok dengan bukti diri Anda.

4. Jalani pendaftaran, isi alamat e- mail serta no HP yang aktif.

5. Buat password, setelah itu klik simpan.

6. Cek kotak masuk pada email yang sudah didaftarkan.

7. Klik tautan yang sudah dikirimkan melalui email buat aktivasi akun serta Anda telah siap buat memberi tahu pajak secara online.

Berikut merupakan metode lapor SPT Tahunan Online badan dengan e- Filing

1.Masuk ke akun e- Filing

2.Klik e- Filing setelah itu seleksi menu Buat SPT.

3.Anda hendak menjumpai sebagian persoalan, jawablah dengan pas supaya sistem dapat memastikan tipe formulir SPT cocok dengan profil Anda.

4.Masukkan kode verifikasi yang Anda terima melalui e- mail.

5.Proses lapor telah berakhir, Anda tinggal klik menu Kirim SPT.

Metode Mengisi SPT Tahunan Badan

Berikut ini tahapan metode mengisi formulir SPT tahunan badan lewat e- SPT yang butuh Anda tahu, antara lain:

1. Isi profil wajib pajak

Berikut ini metode mengisi SPT tahunan badan yang awal merupakan dengan:

a.Masuk ke aplikasi e- SPT Tahunan badan.

b.Buka database wajib pajak.

c.Bila database masih baru, hingga hendak dimohon buat mengisi no NPWP.

d.Dalam menu‘ Profil wajib Pajak’, silakan diisi hingga taman ke- 2.

e.Klik‘ Simpan’.

2. Buat SPT

Sehabis profil diisi serta ditaruh, hendak tampak diskusi box buat login e- SPT. Silakan isi username dengan kata administrator serta passwordnya 123. Berikutnya metode mengisi SPT tahunan badan ialah:

a.Klik‘ Program’, buat‘ SPT Baru’.

b.seleksi‘ Tahun Pajak’ serta‘ Status’=

status wajar ataupun pembetulan ke- 0=

klik‘ Buat’.

3. Membuka SPT

a. Klik‘ program’ serta seleksi‘ Buka SPT yang Terdapat’.

b. Seleksi tahun pajak, seleksi‘ Buka SPT Buat Diedit Kembali/ Perbaikan’, klik OK.

4. Isi Laporan Keuangan

Dalam sesi ini, staf dari WP badan wajib bersiap mengisi lampiran- lampiran, kemudian dilanjutkan pada bagian induk SPT. Pada lampiran awal, isi Transkrip Kutipan Elemen Laporan Keuangan. Transkrip ini berisi ringkasan dari akun- akun laporan neraca serta laporan laba rugi.

Nama- nama akun telah ditetapkan serta bila terdapat nama akun yang beda dengan yang terdapat di laporan keuangan, hingga hendak disesuaikan bersumber pada kategorinya biar hasil kesimpulannya balance( balance). Berikut ini contoh metode mengisi SPT tahunan badan tersebut ialah:

a.Klik‘ SPT PPh’.

b.Seleksi‘ Transkrip Kutipan Elemen Laporan Keuangan’.

c.Klik tab‘ Neraca- Aktiva’ serta‘ Neraca- Kewajiban’.

d.Isi akun- akun yang cocok.

e.Kala telah terisi seluruh serta balance, setelah itu klik‘ Simpan’.

5. Isi Lampiran V serta VI

Metode mengisi SPT tahunan badan yang berikutnya, yakni:

a. Klik‘ Baru’.

b. Isi informasi pemegang saham, klik‘ Simpan’ serta begitu seterusnya.

c. Buat menaikkan catatan pengurus, klik‘ Baru’ kemudian isikan informasi pengurus cocok dengan akte industri yang terkini.

d. Klik‘ Simpan’ hingga informasi isian hendak timbul pada catatan.

e. Jika seluruh telah terisi, klik‘ Tutup’.

6. Isi Lampiran Spesial serta SSP

Pada menu SPT PPh bisa ditemui menu lampiran spesial serta SSP. Lampiran ini dapat diisi ataupun tidak? Bila memanglah terdapat informasi yang terpaut, hingga lampiran ini butuh diisi.

7. Buat File CSV

Metode mengisi SPT tahunan badan yang selanjutnya merupakan:

a. Klik‘ SPT Tools’.

b. Lapor Informasi SPT ke KPP.

c. Akses direktori penyimpanan databases yang ada di C: Program Files( x86) DJPeSPT 1771 2010Database buat windows 64 bit.

d. Klik‘ Tampilkan Informasi’.

e. Klik tahun pajak, yang berikutnya hendak tampak ringkasan PPh kurang/ lebih bayar.

Klik‘ Create File’ serta simpan file CSV di folder yang di idamkan.

Sumber : https://www.pajak.go.id/sites/default/files/2020-02/Pengisian%20SPT%20Tahunan%20e-Filing.pdf