Membahas tentang sejarah pembayaran online pertama kali di Indonesia sangat menarik. Karena dari awal, mulai pembayaran dilakukan secara offline. Awal pertama di Indonesia yaitu pembayaran untuk listrik. Jadi setiap orang yang sudah menjadi member PLN, harus datang ke kantor PLN terdekat dan di setiap daerah untuk melakukan pembayaran. Kemudian PLN bekerja sama dengan lembaga keuangan memikirkan bagaimana cara untuk melakukan pembayaran secara online dengan tujuan agar pelanggan tidak perlu antri ke kantor PLN untuk melakukan pembayaran.

SOPP (Semi Online Payment Point)

Mengapa dikatakan semi online ? 

Karena memang sistem pembayarannya tidak real time atau disisi server tidak langsung terbayar.

Berarti apa memang tidak langsung lunas ?

Memang betul tidak secara langsung lunas, tetapi harus melewati proses rekap manual baru langsung lunas

Proses SOPP seperti apa ?

  • Pelanggan datang ke loket pembayaran
  • Loket dapat mengecek total tagihan yang harus dibayarkan, karena PLN sudah memiliki dabase server besar secara online
  • Setelah dicek oleh pihak loket sesuai total tagihan, pelanggan membayar sesuai tagihan yang harus dibayarkan
  • Loket merekap total pembayaran pelanggan pada hari saat itu, dan disetorkan di PLN pusat

Bagaimana dengan jaringan internet pada saat itu ?

Pada saat itu untuk pelayanan internet hanya indihome saja, yang pada saat itu nama service mereka bukan indihome tetapi telkom speedy. Dan jaringan yang dipakai yaitu jaringan internet lokal, artinya disetiap daerah mendirikan tiang yang tinggi untuk dipasang di setiap daerah ( pemasangan belum rata se Indonesia Raya) karena yang diutamakan daerah perkotaan saja.

Payment Point Online Bank (PPOB)

Pergeseran nama dari SOPP ke PPOB membawa perkembangan besar, yang awalnya pembayaran belum realtime, di PPOB untuk pembayaran sudah realtime. Artinya, setiap pelanggan melakukan transaksi di loket pembayaran sudah bisa langsung lunas saat itu juga di server PLN.

Pada awalnya PPOB hanya transaksi PLN saja yang bisa ditransaksikan, kemudian menambah satu persatu biller produknya, seperti : Telkom,  pulsa reguler, BPJS, PDAM dan banyak yang lainnya.

Badan keuangan yang bergerak waktu itu hanya Bank Bukopin saja. Bisa dikatakan masa jaya Bank Bukopin waktu itu. Dengan berkembangnya dari waktu ke waktu, semua Bank besar sudah memiliki PPOB sendiri dan banyaknya juga biller produk dan marketplace yang menggunakan transaksi online sebagai salah satu pendapatan terbesar mereka.

Sejarah PPOB Griyabayar

Antara tahun 2015-2017 terjadi pergeseran aplikasi dari Bank Bukopin ke Bank Tabungan Negara (BTN), yang saat ini aplikasi bank BTN tersebut yaitu aplikasi griyabayar. Awalnya server aplikasi yang dipakai sama dengan aplikasi yang digurnakan Bank Bukopin. Dan pembaharuan aplikasi juga dilakukan oleh PT. MKM secara bertahap sampai ke aplikasi saat ini griyabayar.com. Dan biller produknya juga semakin bertambah dan berkembang sampai sekarang.