Sebagai pemilik kendaraan bermotor diharuskan untuk membayar pajak kendaraan bermotor (PKB). Jika tidak dibayarkan setiap tahun, maka pemilik akan dikenakan denda pajak kendaraan bermotor.

Untuk menghitung denda mobil dan motor pasti menggunakan rumus yang berbeda. Parameter bisa dilihat dari :

  • Tahun pembuatan kendaraan
  • Termasuk barang kendaraan mewah atau bukan

Denda pajak yang harus dibayarkan oleh pemilik kendaraan akan dicantumkan di Surat Ketetapan Kewajiban Pembayaran, yang biasanya tercantum di STNK, seperti :

  • SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan)
  • Biaya PNBP (Penerima Negara Bukan Pajak)

Sumber : https://bapenda.jabarprov.go.id/2021/01/26/telat-bayar-pajak-kendaraan-bermotor-berikut-cara-menghitung-denda-pajak-kendaraan-bermotor-di-jawa-barat/

Denda pajak mulai dikenakan kepada pemilik kendaraan yaitu H+1 (1 hari setelah jatuh tempo) sejak tanggal jatuh tempo PKB.

Untuk mengetahui jumlah denda yang harus dibayarkan untuk SWDKLLJ dan biaya PNB area Jawa Barat dapat dicek di website : bapenda.jabarprov.go.id

Sumber : https://bapenda.jabarprov.go.id/infopkb/

Anda tinggal mengisi kolom yang telah disediakan :

  • Mengisi nomor plat pemilik
  • Mengisi warna TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor)
  • mengisi kode captcha yang telah disediakan
  • dan klik cari

Bagaimana cara menghitung denda pajak kendaraan ?

Denda pajak di Jawa Barat dikenakan sebesar 2% per bulan dengan ketentuan paling tinggi 24 bulan atau sebesar 48% untuk satu tahun masa PKB terutang. Perhitungan tersebut belum termasuk denda SWDKLLJ.